Moroccan hammam, ritual mandi perempuan Maroko

Moroccan hammam, ritual mandi perempuan Maroko

Setelah menjalani hari-hari yang sibuk dan stres, melakukan perawatan diri jadi salah satu hal penting untuk menjaga pikiran tetap waras. Salah satu caranya adalah spa.

Spa umumnya melibatkan pijatan pada seluruh tubuh, termasuk wajah dan kepala, berendam di air hangat, serta eksfoliasi atau lulur. Salah satu varian spa unik yang bisa Anda coba adalah Moroccan hammam.

Ini adalah ritual mandi ala perempuan Timur Tengah yang terdiri dari pembersihan tubuh dengan black soap, pengelupasan kulit, dan masker lumpur.

Seluruh proses ini sangat menyegarkan, mengencangkan kulit, dan menenangkan. Pun dapat merelaksasi otot, meredakan nyeri, tubuh terasa lebih segar, dan membuat pernapasan lebih baik karena dilakukan dalam udara ruang yang hangat.

Untuk merasakan langsung bagaimana perawatan spa ala Maroko, pada Jumat, (22/02/2019), saya mencoba Moroccan hammam di Arabella Hammam Spa & Coffee di Jalan Radio Dalam Raya nomor 14D, Jakarta Selatan.

Memasuki ruangan hangat dan remang-remang dengan lampu kekuningan, saya melihat tempat tidur memanjang dari batu marmer, bathtub, dan meja kecil tempat menyimpan produk perawatan spa, seperti sabun, garam, dan lulur.

Usai melepas pakaian, saya diminta berbaring di atas tempat tidur marmer. Tanpa basa-basi, sang terapis mengguyur tubuh saya dengan air hangat, lalu dimulailah perawatan Morrocan Hammam dengan penyabunan.

Sabun yang digunakan dalam proses ini disebut black soap. Warnanya kehitaman, teksturnya mirip gel, lalu akan berubah menjadi busa ketika diaplikasikan ke seluruh tubuh.

Sabun hitam asal Maroko yang disebut beldi ini adalah sabun castile dengan alkali tinggi yang terbuat dari minyak zaitun untuk membersihkan, melembapkan kulit, dan membantu pengelupasan kulit.

Selama tiga puluh menit pertama, terapis menggosokkan black soap ke seluruh tubuh sambil dipijat dan diakhiri dengan membersihkannya dengan air hangat.

Karena baru pertama kali mencoba perawatan seperti ini, ada rasa risih dan malu, mengingat rasanya seperti dimandikan oleh orang asing. Namun, karena sudah telanjur basah, maka saya pun memilih menikmati saja perawatan ini sampai selesai. 

Setelah penyabunan selesai, terapis meminta saya berendam air hangat di dalambathtub. Ia menebar garam berwarna biru, katanya agar lebih relaks.

Sambil berendam, terapis melakukan face massage guna memperlancar peredaran darah di sekitar wajah, kepala, dan leher. Tak hanya itu, rambut saya pun ikut mendapatkan perawatan creambath.

Usai creambath, dilakukan proses eksfoliasi dengan menggunakan kessa glove, sarung tangan tebal yang terbuat dari serat pohon kessa untuk mengangkat sel kulit mati.

Kessa glove digunakan untuk menggosok kulit demi meningkatkan sirkulasi darah, membantu kulit memperbarui sel-sel, dan membuat kulit lebih lembut.

Saya pun kembali berbaring di atas tempat tidur marmer dan cukup kaget ketika terapis menggosok tubuh menggunakan kessa glove.

Gosokan pertama rasanya agak sakit, mungkin karena sarung tangan yang digunakan bertekstur cukup kasar, tetapi masih bisa ditoleransi dan tidak melukai kulit. Lagipula, tujuan dari penggosokan ini untuk mengeluarkan kotoran, jadi saya pasrah, toh tidak sampai membuat saya meringis kesakitan.

Benar saja, tak lama setelah penggosokan, kotoran pun bermunculan. Sel kulit mati mulai mengelupas, termasuk daki dan kotoran yang ada di seluruh permukaan kulit.

Usai penggosokan yang pada akhirnya membuat kulit terasa lebih lembut, kini saatnya menggunakan lulur lumpur atau ghassoul. Masker mengandung vitamin E dan minyak argan untuk melembutkan, mengencangkan, dan membuat kulit berkilau.

Terapis mengaplikasikan masker ke seluruh tubuh, membiarkannya mengering selama 15 menit, lalu membersihkannya dengan air hangat. Ini adalah rangkaian perawatan terakhir. Tak terasa sudah 90 menit saya mencoba mandi mewah ala perempuan Maroko.

Setelah perawatan selesai, saya bergegas ganti pakaian dan mengeringkan rambut sendiri di ruangan terpisah. Ruangan tersebut terdiri dari beberapa ruangan untuk ganti baju dan ada dua meja rias lengkap dengan peralatan styling, seperti berbagai jenis sisir blow, hair dryer, catok, dan alat keriting rambut.

Relaks dan kulit menjadi lebih lembut adalah dua hal paling terasa setelah usia melakukan perawatan ini. Rasanya otot-otot saya tak lagi kaku dan tubuh lebih segar.

Bagi yang ingin mencoba Moroccan hammam di Arabella Hammam & Coffee selama 90 menit cukup membayar Rp299 ribu saja. Menurut saya, harganya cukup terjangkau mengingat ini perawatan yang unik dan lengkap untuk memanjakan seluruh tubuh.

Usai perawatan, saya bertemu dengan pemilik Arabella Hammam & Coffee, Farah Spears.

Perempuan yang gemar melancong ini sering mencari informasi mengenai perawatan kecantikan di suatu negara. Maka saat berada di Maroko, ia pun mencoba Moroccan hammam dan langsung jatuh cinta pada perawatan ini.

“Dulu aku pramugari, base-nya di Timur Tengah. Jadi aku banyak flight ke Maroko. Dan aku tipe orang yang kalau traveling enggak suka makan. Aku sukanya cari beauty treatment, karena setiap negara pasti ada secret-nya,” ujar Farah.

Farah pertama kali mengetahui perawatan ini dari teman pramugari di Maroko yang sering mandi berlama-lama. Rupanya yang dilakukan oleh teman tersebut adalah Morrocan hammam.

“Dari pertama coba, aku merasakan kulit jadi lebih halus. Akhirnya beli sendiri sabun dan lain-lain untuk coba sendiri. Setiap ke Maroko aku pasti beli yang banyak produk-produknya.”

Mengetahui rahasia kecantikannya, banyak teman Farah yang meminta produk dan menanyakan perawatan yang ia lakukan.

Sampai akhirnya pada 2015, ia membuka tempat spa perdananya, yaitu Spa & Beyond, yang kini ganti nama jadi Arabella Hammam & Coffee.

Produk yang digunakan, termasuk black soap dan kessa glove, semuanya diimpor dari Maroko dan berbahan natural sehingga tidak akan menimbulkan iritasi.

Selain Moroccan hammam, di Arabella Hammam & Coffee juga ada perawatan tubuh lain, seperti Turkish Hammam (Rp259 ribu), Ayurvedic Massage (Rp225 ribu), Swedish Massage (Rp185 ribu), Balinese Massage (Rp185 ribu), dan Hot Stone Massage (Rp225 ribu) dengan rata-rata durasi 90 menit.

Kemudian, ada juga perawatan lain seperti hair spa (Rp99 ribu), microdermabration facialby Sothys (Rp340 ribu), manicure (Rp85 ribu), pedicure (Rp95 ribu), dan waxing mulai dari harga Rp55-150 ribu.

Arabella Hammam & Coffee buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Untuk melakukan perawatan, Anda bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui telepon (021) 22773209.

  • On May 3, 2019
  • 0 Comments
  • 0 likes